Artikel

Waking The Dead

Sunday, 17 August 2025

AI dapat "menghidupkan kembali" orang-orang terkasih kita secara digital. Apa yang bisa kita dapatkan dari teknologi ini, dan apa yang dapat hilang dari kita? 

What Does It Means?  

Teknologi kecerdasan buatan (Al) dan deepfake kini mampu menghadirkan kembali sosok orang yang sudah meninggal dalam bentuk digital. Contohnya adalah video digital politikus India, M. Karunanidhi, yang "hidup" kembali lewat teknologi deepfake meski sudah wafat sejak 2018. Ini menunjukkan bagaimana Al dapat menciptakan visual dan suara yang sangat realistis dari rekaman dan data lama. 

Selain deepfake, teknologi hologram juga mulai populer dalam mengenang orang yang telah tiada. Salah satu contoh terkenal adalah hologram ayah Kim Kardashian yang muncul di acara ulang tahun Kanye West, memberikan sensasi seolah-olah orang yang sudah meninggal itu hadir secara fisik. Hologram semacam ini semakin banyak digunakan dalam konser, pemakaman, dan acara penghormatan 

Bagaimana Cara Kerjanya?  

Berbagai layanan digital kini menawarkan cara baru untuk berinteraksi dengan "versi" digital orang yang sudah tiada. MyHeritage Deep Nostalgia menghidupkan foto-foto lama dengan animasi wajah, sementara Replika dan Project December memungkinkan pembuatan "ghostbot" - avatar digital yang meniru gaya bicara dan kepribadian orang tersebut, memungkinkan orang berduka berinteraksi secara virtual dengan versi digital orang tercinta. 

Mekanisme  

Teknologi ini bekerja dengan mengumpulkan data berupa foto, video, suara, serta teks dan pesan digital dari orang yang sudah meninggal. Al lalu memproses data tersebut untuk merekonstruksi wajah, suara, dan gaya bicara sehingga tercipta avatar digital yang bisa bergerak dan berbicara secara realistis. Semakin banyak data yang tersedia, semakin akurat avatar tersebut meniru aslinya. 

Selain itu, platform seperti Somnium Space menggabungkan teknologi ini dengan dunia virtual dan metaverse, memungkinkan pengguna menciptakan lingkungan digital di mana mereka dapat "bertemu" dengan avatar dari orang yang telah tiada. Ini membuka cara baru dalam proses berduka dan pelestarian memori yang lebih interaktif dan imersif. 

Keuntungan  

Keuntungan teknologi ini adalah memberikan kenyamanan emosional kepada mereka yang berduka, membantu proses healing, dan menjaga kenangan tetap hidup dalam bentuk yang lebih nyata dan interaktif. Selain itu, teknologi ini dapat berperan dalam pelestarian sejarah dan budaya dengan merekonstruksi tokoh-tokoh penting yang telah tiada. 

Kerugian  

Namun, ada juga sejumlah kerugian dan risiko. Penggunaan teknologi ini bisa menyebabkan ketergantungan pada dunia digital dan menghambat penerimaan atas kematian. Selain itu, data pribadi yang digunakan untuk membuat avatar digital dapat disalahgunakan atau disebarkan tanpa izin, menimbulkan masalah privasi dan hak digital. 

In The Future  

Di masa depan, teknologi Al ini diperkirakan akan semakin berkembang dengan kemampuan yang lebih pintar dalam memahami konteks, emosi, dan karakter seseorang. Mungkin akan muncul layanan digital yang tidak hanya menghidupkan kenangan secara visual, tapi juga secara intelektual dan emosional. Lalu bagaimana batas antara mengenang dan menggantikan kenangan asli? Regulasi dan kesadaran sosial sangat penting untuk mengatur penggunaan teknologi ini agar tidak menimbulkan dampak negatif. Maka, gunakanlah teknologi dengan bijak! 

References